Selasa, 09 Februari 2016

FILOSOFI BAMBU

suatu hari dalam kondisi yang putus asa , seseorang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya ,  bahkan berhenti dari hubungannya dengan sesama dan dengan spiritualitasnya .
maka ia pergi ke hutan untuk berbicara kepada Tuhan untuk yang terakhir kaliya . "Tuhan  berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti katanya .
Tuhan memberi jawaban yang mengejutkan "lihat sekelilingmu " katanya " apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini ". jawabnya .
lalu Tuhan berkata " ketika pertama kali aku menanam mereka , aku menanam dan merawat benih - benih mereka . aku beri mereka cahaya ,  aku ber mereka air dan pakis - pakis itu tumbuh denga cepat . warna hijaunya yang menawan menutupi tanah , namun tak ada yang terjadi dari benih bambu , tapi aku tidak berhenti merawatnya .
"dalam tahun kedua , pakis - pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak . namun , tetapi tak ada yang terjadi dari benih bambu tetapi aku tidak menyerah "  . begitu juga tahun ke empat .
"lalu pada tahun ke lima sebuah tunas kecil muncul dari dalam tanah . bandingkan dengan pakis , yang terlihat begitu kecil dan sepertinya tidak berarti . namun enam bulan kemudian , bambu ini tumbuh dengan mencapai lebih dari 100 kaki . dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar - akarnya .akar - akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang diabutuhkan untuk bertahan . aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani ".
"Tahukah engkau anakku , dari semua waktu pergumulanmu , sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar - akarmu ? aku tidak menyerah terhadap bambu itu , aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu ".
Tuhan berkata  , " jangan bandingkan dirimu dengan orang lain . bambu - bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis . tapi keduanya tetap membuat hutan ini mejadi lebih indah .
"saatmu akan tiba " . Tuhan mengatakan kepadanya " Engkau akan tumbuh sangat tinggi "
"seberapa tinggi aku harus tumbuh Tuhan ? . "sampai seberapa tinggi bambu itu dapat tumbuh. Tuhan balik bertanya " setinggi yang mereka mampu ? " . dia bertanya
ya "jawabnya " "muliakan aku dengan pertumbuhanmu , setinggi yang engkau dapat capai "
lalu dia pergi meninggalkan hutan itu , menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah menyerah terhadapnya dan dia juga tidak akan menyerah terhadap anda .

PS : jangan pernah menyesali hidup yang saat ini anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari . hari - hari yang baik memberikan kebahagiaan , hari - hari yang kurang baik memberikan pengalaman , kedua - duanya memberi arti bagi kehidupan ini . kadang kala kita sering gagal dalam melakukan segala sesuatu , ingatlah NO ONE IS PERFECT , Jadi janganlah menyerah dan putus asa karena kegagalan yang kita alami , ibarat sedang menumbuhkan akar - akar yang kuat agar suatu hari dapat tumbuh setinggi - tingginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar